Ia yang berjuang membawa saya dengan taruhan nyawa

Ia yang membekali saya dengan ilmu-ilmu berharga

Ia yang membimbing saya dalam hidup yang penuh tipu daya

yang memberi tanpa berharap kembali

yang selalu tersenyum dalam kesedihannya

yang selalu bersabar dalam amarahnya

betapa mulianya ia, pantaslah kelak berada di tempat yang mulia

betapa hinanya saya yang selalu membantahnya

betapa ruginya saya yang selalu mengabaikan kata sayangnya

tak akan ada lagi orang yang selalu menanti kita dirumah

tak akan ada lagi orang yang selalu menyambut kita dengan senyum dan peluk hangat

tak akan ada lagi kebahagiaan bila ia sudah tak ada

ya Allah, ampuni diri ini

ampuni diri ini, karena telah menyianyiakannya

tak berhargalah diri ini

tak berhargalah diri ini

maafkanlah kesalahan saya

maafkanlah kesalahan saya

kubuat puisi ini sebagai hadiah dari saya

mungkin ini yang terbaik yang bisa saya berikan

terimakasih untuk semua yang telah kau berikan

ibu….